Diingatkan Nasib Antasari, Bambang Cerita Sopir Taksi
Dwi Afrilianti - Okezone
Senin, 15 Agustus 2011 13:18 wib
3 1 Email0
Bambang Widjojanto (Foto: Dok Okezone)
JAKARTA - Niat Bambang Widjojanto menjadi pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sudah bulat. Dia tak akan mundur selangkah pun meski banyak cobaan yang siap menghadang.
Ketika ditanya wartawan apakah dirinya tidak takut bernasib seperti Antasari Azhar? Bambang menjawabnya dengan santai.
“Sopir taksi itu lebih banyak takutnya (ketimbang pimpinan KPK). Dia lebih rawan, bisa dibunuh di mana saja oleh perampok,” ujarnya usai mengikuti ujian tahap IV di kantor Kemenkum HAM, Kuningan, Jakarta, Senin (15/8/2011).
Aktivis antikorupsi ini menyakini urusan keamanan berbanding lurus dengan amal perbuatan. Dia juga menegaskan, persoalan ajal sudah masuk ke ranah prerogratif Tuhan.
“Saya naik kereta (rel listrik) aman-aman saja, karena saya percaya seberapa besar kita memberi sesuatu, seberapa besar itu pula kita dapat juga, misal kalau kita bisa memberi masyarakat kita dibantu masyarakat. Dan urusan bahaya bukan urusan saya, apalagi mati, hak prerogratif bukan di saya,” tandasnya.
Bambang lolos hingga seleksi tahap akhir calon pimpinan KPK bersama 10 orang lain. Tes wawancara pada hari ini akan memutuskan untuk meloloskan delapan nama yang akan diajukan ke DPR. Dari delapan nama itu nanti akan dikerucutkan menjadi empat orang untuk menjadi pimpinan KPK.
(ful)
Ketika ditanya wartawan apakah dirinya tidak takut bernasib seperti Antasari Azhar? Bambang menjawabnya dengan santai.
“Sopir taksi itu lebih banyak takutnya (ketimbang pimpinan KPK). Dia lebih rawan, bisa dibunuh di mana saja oleh perampok,” ujarnya usai mengikuti ujian tahap IV di kantor Kemenkum HAM, Kuningan, Jakarta, Senin (15/8/2011).
Aktivis antikorupsi ini menyakini urusan keamanan berbanding lurus dengan amal perbuatan. Dia juga menegaskan, persoalan ajal sudah masuk ke ranah prerogratif Tuhan.
“Saya naik kereta (rel listrik) aman-aman saja, karena saya percaya seberapa besar kita memberi sesuatu, seberapa besar itu pula kita dapat juga, misal kalau kita bisa memberi masyarakat kita dibantu masyarakat. Dan urusan bahaya bukan urusan saya, apalagi mati, hak prerogratif bukan di saya,” tandasnya.
Bambang lolos hingga seleksi tahap akhir calon pimpinan KPK bersama 10 orang lain. Tes wawancara pada hari ini akan memutuskan untuk meloloskan delapan nama yang akan diajukan ke DPR. Dari delapan nama itu nanti akan dikerucutkan menjadi empat orang untuk menjadi pimpinan KPK.
(ful)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar