Senin, 15 Agustus 2011

Evaluasi Wealth Management Masih Lambat


Ilustrasi Foto: okezone
Ilustrasi Foto: okezone
JAKARTA - Perkembangan evaluasi wealth management pada beberapa bank yang sempat disuspensi Bank Indonesia (BI) masih berjalan lambat. Pasalnya, masa pencabutan penghentian sementara layanan bagi nasabah kaya sudah berjalan satu bulan.

"Sebagian sudah ada yang 100 persen dan masih ada yang belum tapi saya belum dapat menghitung persentasenya," terang Deputi Gubernur BI Halim Alamsyah, usai konferensi pers hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) triwulan II-2011, di Jakarta, Selasa (12/7/2011).

Kabiro Humas BI Difi Ahmad Johansyah mengatakan, ada beberapa kendala yang menghambat proses evaluasi layanan wealth management ini seperti perkembangan aturan suku bunga dasar kredit (SBDK) pada industri perbankan yang setiap tiga bulan akan dievaluasi oleh bank sentral.

Seperti diberitakan sebelumnya, BI telah meminta 23 bank yang memiliki jasa pelayanan khusus yang melayani dan menangani nasabah proritas untuk berhenti selama satu bulan.

"Intinya sebagai tindak lanjut, upaya BI bersama perbankan untuk meningkatkan kualitas pelayanan dan perlindungan kepada nasabah, khususnya jasa pelayanan khusus yang melayani dan menangani nasabah-nasabah prioritas dan wealth management," kata Deputi Gubernur BI Halim Alamsyah.

Maka dari itu, BI meminta 23 bank yang memiliki jasa pelayanan seperti itu untuk menghentikan sementara penerimaan nasabah baru selama satu bulan, yang berlaku sejak Senin 1 Mei 2011.

Adapun untuk pelayanan khusus kepada nasabah lama boleh dijalankan seperti biasa. Sekarang ini, perbankan diminta memperbaiki kebijakan, standard operating procedure (SOP), dan pengawasan internal mereka.

"Untuk pelayanan khusus kepada nasabah lama masih boleh berjalan seperti biasa. Bank sementara diminta memperbaiki kebijakan, SOP dan pengawasan internal mereka sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas pelayanan dan perlindungan kepada nasabah," tambah Halim.

Selain itu, nantinya BI akan melakukan evaluasi terhadap kualitas pelayanan tersebut. "Pada waktunya, BI akan melakukan melakukan evaluasi terhadap kualitas pelayanan tersebut," tandas Halim.

(and)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar