Ilustrasi (Foto: Dok Okezone)
JAKARTA - Jalan menuju kursi pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) bagi Yunus Husein tidak cukup mulus. Sejumlah pihak menilai dia belum cukup layak memimpin lembaga antikorupsi itu.
Penyebabnya adalah kinerja Yunus Husein selama memimpin Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi (PPATK) tidak optimal. "Dia tidak berani membuka rekening pejabat yang terindikasi terlibat korupsi," kata Tri Sunarso, dari Jaringan Lembaga Anti Korupsi di Jakarta, dalam keterangannya di Jakarta, Senin (15/8/2011).
Dia juga curiga lolosnya Yunus sebagai salah satu calon pimpinan KPK karena ada pihak-pihak tertentu yang menyokongnya.
Imbalannya, bila nanti lolos akan mengkondisikan kasus-kasus korupsi yang kini sedang diselidiki, seperti kasus Bank Century dan kasus-kasus lain yang diduga melibatkan elit Partai Demokrat.
“Kami meminta Pansel untuk membuka telinga selebar-lebarnya untuk mendengarkan aspirasi dari masyarakat bahwa ada orang-orang yang disusupkan ke dalam calon pimpinan KPK. Pansel harus melihat background-nya," ungkapnya.
Sunarso mengaku dia dan rekan-rekannya telah menggelar aksi di depan kantor Kementerian Hukum dan HAM, untuk menyuarakan aspirasinya. Aksi digelar bersamaan dengan seleksi tahap IV para calon pimpinan KPK.
Tes wawancara pada hari ini akan memutuskan untuk meloloskan delapan nama yang akan diajukan ke DPR. Dari delapan nama itu nanti akan dikerucutkan menjadi empat orang untuk menjadi pimpinan KPK.
Ke-10 calon pimpinan KPK yang menjalani seleksi tahap wawancara ini adalah Abdullah Hehamahua, Abraham Samad, Adnan Pandupradja, Aryanto Sutadi, Bambang Widjojanto, Egi Sutjiati, Handoyo Sudrajat, Sayid Fadhil, Yunus Husein, dan Zulkarnain.
(ful)
Penyebabnya adalah kinerja Yunus Husein selama memimpin Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi (PPATK) tidak optimal. "Dia tidak berani membuka rekening pejabat yang terindikasi terlibat korupsi," kata Tri Sunarso, dari Jaringan Lembaga Anti Korupsi di Jakarta, dalam keterangannya di Jakarta, Senin (15/8/2011).
Dia juga curiga lolosnya Yunus sebagai salah satu calon pimpinan KPK karena ada pihak-pihak tertentu yang menyokongnya.
Imbalannya, bila nanti lolos akan mengkondisikan kasus-kasus korupsi yang kini sedang diselidiki, seperti kasus Bank Century dan kasus-kasus lain yang diduga melibatkan elit Partai Demokrat.
“Kami meminta Pansel untuk membuka telinga selebar-lebarnya untuk mendengarkan aspirasi dari masyarakat bahwa ada orang-orang yang disusupkan ke dalam calon pimpinan KPK. Pansel harus melihat background-nya," ungkapnya.
Sunarso mengaku dia dan rekan-rekannya telah menggelar aksi di depan kantor Kementerian Hukum dan HAM, untuk menyuarakan aspirasinya. Aksi digelar bersamaan dengan seleksi tahap IV para calon pimpinan KPK.
Tes wawancara pada hari ini akan memutuskan untuk meloloskan delapan nama yang akan diajukan ke DPR. Dari delapan nama itu nanti akan dikerucutkan menjadi empat orang untuk menjadi pimpinan KPK.
Ke-10 calon pimpinan KPK yang menjalani seleksi tahap wawancara ini adalah Abdullah Hehamahua, Abraham Samad, Adnan Pandupradja, Aryanto Sutadi, Bambang Widjojanto, Egi Sutjiati, Handoyo Sudrajat, Sayid Fadhil, Yunus Husein, dan Zulkarnain.
(ful)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar